ISLAM DAN CINTA
Sesungguhnya
Allah subhanahu wa ta’ala ketika menciptakan laki – laki dan perempuan, ketika
itu pula dibuat ikatan antara keduanya
(laki – laki dan perempuan) dan itu fitrah dari Allah subhanahu wa ta’ala. Maka
sesungguhnya agama islam telah mengatur hubungan antara kaum pria dan wanita
untuk berjalan diatas syariat islam, baik yang sudah menikah ataupun yang belum
menikah, dan aturan ini memang sudah sewajarnya harus dijalankan dan
dilaksanakan bagi setiap individu, karena semuanya itu bertujuan untuk
kemaslahatan semua, sehingga dengan demikian tidak akan adanya timbul kejadian
pria yang menggigit jarinya karena penyesalan ataupun wanita yang menangis
karena angan – angan dan harapan palsu. Maka dari itu jadikanlah cinta itu
sebagaimana yang diridhoi Allah subhanahu wa ta’ala dengan menjalankan
syariatnya, dan kalau tidak bisa, maka hindarilah.
Timbullah
dibenak kita pertanyaan : Apa sih yang menyebabkan keterkaitan pemuda dan
pemudi kita terhadap cinta..?Apa karena sebuah keajaiban,,? Terus bagaimana
timbul keajaiban tersebut,,? Apa dengan pandangan mata atau parasnya yang
indah, dan senyuman yang manis, atau karena wanginya parfum, atau disebabkan
sebuah canda, dan mungkin karena sering bergaulnya dalam keseharian, baik disebuah
organisasi, sekolah, perusahaan, atau mungkin ditaman dan ditempat - tempat
yang lainnya.
Subhanallah ! sungguh
indah cintaanNYA yang dipenuhi hikmah atas segalanya, mari coba kita berpikir,
Apa yang akan terjadi pada diri kita apabila kita menjaga pandangan mata kita
dari perkara yang haram ? yang pasti kita telah berusaha tuk menjaga diri kita
dari murka Allah dan fitnah, bukan begitu,,?
Nah coba kita
perhatikan firman allah subhanahu wa ta’ala yang berbunyi :
يَا أَيُّهَا
النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ
عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَنْ
يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا
يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا
Artinya : “Hai
Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri
orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya[1]
ke seluruh tubuh mereka". Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah
untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah maha
pengampun lagi maha penyayang. (Al ahzab : 59)
Dalam ayat ini
Allah subhanahu wa ta’ala, memerintahkan kepada rasulnya Shallallahu
‘alaihi wa sallam, untuk menyuruh kepada perempuan (khususnya
kepada para istri – istri dan anak – anak rasulullah untuk kemuliaan mereka),
agar menutup aurat (berjilbab), sebagai pembeda antara mereka dengan wanita
–wanita jahiliyah[2].
Diayat yang
lain Allah juga memerintahkan kepada kita agar menjaga penglihatan dan kemaluan
kita. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman :
قُلْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ
يَغُضُّوْا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَ يَحْفَظُوْا فُرُوْجَهُمْ
Artinya : “katakanlah kepada orang laki – laki yang beriman ,
“hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya”. (An –
nur :30)
Dari ayat ini Allah subhanahu wa ta’ala memerintahkan kepada kaum
mukminin agar menahan pandangannya dari segala apa yang telah diharamkan Allah,
tidak melihat kepada sesuatu kecuali yang dibolehkan atau dihalkan oleh Allah,
dan apabila dia melihat sesuatu yang haram secara tidak sengaja agar segera
menjauh atau mengalihkan penglihatannya dari hal tersebut[3]. Sebagaimana
diriwayatkan oleh imam muslim didalam kitab shohihnya :
عَنْ جَرِيْرِ بْنِ
عَبْدِ الله. قَالَ : سَأَلْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ
عَنْ نَظْرِ الْفُجَاءَةِ. فَأَمَرَنِى أَنْ أَنْصَرِفَ بَصَرِى.
Artinya : “Dari jarir bin abdillah, saya bertanya kepada rasulullah Shallallahu
‘alaihi wa sallam tentang melihat
sesuatu yang haram secara tidak sengaja ataupun tiba – tiba, rasulullah saw
menyuruh kepadaku agar menjauhkan dari penglihatanku dari hal tersebut”[4].
Banyak dari lelaki yang mencari wanita karena atas dasar rupanya,
banyak pula dari wanita yang mencari lelaki atas dasar uangnya, dan inilah cara
orang yang memakai hawa nafsunya. Sehingga sungguh tidak sedikit banyak
kejadian yang tidak disangka - sangka, yang dulu janjinya sehidup semati, tapi
nyatanya janji itu tidak ditepati. Banyak yang berkeliuran dengan memakai
pakaian yang ketat dengan tujuan agar dilihat keren dan mantap, sehingga yang
melihatpun bisa jadi terpikat, dari itu terjadilah hasutan setan yang keparat,
dan tidak sedikit bayi yang dibuang disemberang tempat, akibat perbuatan yang
biadab, seketika itu pula setan yang terlaknat berkata : ha ha ha..inilah
manusia yang terjebak, inilah manusia yang tersesat dan inilah kebanyakan
dikehidupan fenomena masyarakat…Na’udzubillah min dzalik…Ada sebuah syair yang
berbunyi :
النَّفْسُ
كَالطِفْلِ إِنْ تُهْمِلْهُ شَبَّ عَلَى
# حُبِّ الرَّضَاعِ وَ إِنْ
تَفْطِمْهُ يَنْفَطِمْ
Artinya
: “hawa nafsu pada diri kita itu bagaikan bayi yang masih menyusu, yang apa
bila dibiarkan dia akan selalu menyusu walaupun sampai dewasa, dan apa bila
dihentikan maka ia akan berhenti” [5].
Jadi, hawa nafsu haruslah dilawan dan
dihentikan agar tidak terus menerus terulangi, karena kalau sudah terbiasa dan
sudah besar nafsunya sungguh sangat sulit untuk dihentikannya. Maka lawanlah
dan perangilah hawa nafsu itu.“Wanita tidak harus
menjadi bulan yang dapat ditatap oleh semua lelaki. Tetapi, perlu menjadi
matahari yang silau, yang dapat menundukkan kaum Adam sebelum memandang”.
Karena “
Dalam mencari pasangan gunakanlah tuntunan ilmu
dan agama, karena dengan ilmu hidup menjadi mudah, dan dengan agama hidup kita
pun menjadi terarah. Dakilah gunung karena ilmu, dan turunilah jurang karena
cita – cita, tapi jangan sampai menyeberangi lautan karena cinta, cinta manusia
memang tidak selamanya indah, dan kasih sayang manusia pun tidak selamanya
tulus, oleh karena itu, cintailah dan kasihilah segala sesuatu hanya karena
Allah. Maka sedikitnya cinta yang diiringi dengan akal dan agama lebih baik
dari pada cinta yang tidak diiringi dengan akal dan agama, karena tanpa akal
dan agama cuman hanya bisa menghasilkan perkara yang berbahaya baik terhadap
dirinya ataupun orang lain.
[1]
Jilbab ialah sejenis baju kurung yang lapang yang dapat
menutup kepala, muka dan dada
[2]
Tafsir al – qur’anil – adzhim, jilid 5,hal 625
[3]
Tafsir al –qur’anil – adzhim, jilid 5,hal 197
[4]
Shohih : Hadist riwayat muslim, shohih muslim,jilid 7, hal 393, kitab adab
[5]
Mu’jam hikmatul arab,hal:82,/ diwanul insya, hal 166, burdah imam busyiri
No comments:
Post a Comment