Monday, April 13, 2015

Islam dan Cinta



ISLAM DAN CINTA 
Sesungguhnya Allah subhanahu wa ta’ala ketika menciptakan laki – laki dan perempuan, ketika itu pula dibuat ikatan antara  keduanya (laki – laki dan perempuan) dan itu fitrah dari Allah subhanahu wa ta’ala. Maka sesungguhnya agama islam telah mengatur hubungan antara kaum pria dan wanita untuk berjalan diatas syariat islam, baik yang sudah menikah ataupun yang belum menikah, dan aturan ini memang sudah sewajarnya harus dijalankan dan dilaksanakan bagi setiap individu, karena semuanya itu bertujuan untuk kemaslahatan semua, sehingga dengan demikian tidak akan adanya timbul kejadian pria yang menggigit jarinya karena penyesalan ataupun wanita yang menangis karena angan – angan dan harapan palsu. Maka dari itu jadikanlah cinta itu sebagaimana yang diridhoi Allah subhanahu wa ta’ala dengan menjalankan syariatnya, dan kalau tidak bisa, maka hindarilah.
Timbullah dibenak kita pertanyaan : Apa sih yang menyebabkan keterkaitan pemuda dan pemudi kita terhadap cinta..?Apa karena sebuah keajaiban,,? Terus bagaimana timbul keajaiban tersebut,,? Apa dengan pandangan mata atau parasnya yang indah, dan senyuman yang manis, atau karena wanginya parfum, atau disebabkan sebuah canda, dan mungkin karena sering bergaulnya dalam keseharian, baik disebuah organisasi, sekolah, perusahaan, atau mungkin ditaman dan ditempat - tempat yang lainnya.
Subhanallah ! sungguh indah cintaanNYA yang dipenuhi hikmah atas segalanya, mari coba kita berpikir, Apa yang akan terjadi pada diri kita apabila kita menjaga pandangan mata kita dari perkara yang haram ? yang pasti kita telah berusaha tuk menjaga diri kita dari murka Allah dan fitnah, bukan begitu,,?
Nah coba kita perhatikan firman allah subhanahu wa ta’ala yang berbunyi :
يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَنْ
يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا
Artinya : “Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya[1] ke seluruh tubuh mereka". Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah maha pengampun lagi maha penyayang. (Al ahzab : 59)
Dalam ayat ini Allah subhanahu wa ta’ala, memerintahkan kepada rasulnya Shallallahu ‘alaihi wa sallam, untuk menyuruh kepada perempuan (khususnya kepada para istri – istri dan anak – anak rasulullah untuk kemuliaan mereka), agar menutup aurat (berjilbab), sebagai pembeda antara mereka dengan wanita –wanita jahiliyah[2].
Diayat yang lain Allah juga memerintahkan kepada kita agar menjaga penglihatan dan kemaluan kita. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman :
قُلْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ يَغُضُّوْا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَ يَحْفَظُوْا فُرُوْجَهُمْ
Artinya : “katakanlah kepada orang laki – laki yang beriman , “hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya”. (An – nur :30)
Dari ayat ini Allah subhanahu wa ta’ala memerintahkan kepada kaum mukminin agar menahan pandangannya dari segala apa yang telah diharamkan Allah, tidak melihat kepada sesuatu kecuali yang dibolehkan atau dihalkan oleh Allah, dan apabila dia melihat sesuatu yang haram secara tidak sengaja agar segera menjauh atau mengalihkan penglihatannya dari hal tersebut[3]. Sebagaimana diriwayatkan oleh imam muslim didalam kitab shohihnya :
عَنْ جَرِيْرِ بْنِ عَبْدِ الله. قَالَ : سَأَلْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ عَنْ نَظْرِ الْفُجَاءَةِ. فَأَمَرَنِى أَنْ أَنْصَرِفَ بَصَرِى.
Artinya : “Dari jarir bin abdillah, saya bertanya kepada rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang melihat sesuatu yang haram secara tidak sengaja ataupun tiba – tiba, rasulullah saw menyuruh kepadaku agar menjauhkan dari penglihatanku dari hal tersebut”[4].
Banyak dari lelaki yang mencari wanita karena atas dasar rupanya, banyak pula dari wanita yang mencari lelaki atas dasar uangnya, dan inilah cara orang yang memakai hawa nafsunya. Sehingga sungguh tidak sedikit banyak kejadian yang tidak disangka - sangka, yang dulu janjinya sehidup semati, tapi nyatanya janji itu tidak ditepati. Banyak yang berkeliuran dengan memakai pakaian yang ketat dengan tujuan agar dilihat keren dan mantap, sehingga yang melihatpun bisa jadi terpikat, dari itu terjadilah hasutan setan yang keparat, dan tidak sedikit bayi yang dibuang disemberang tempat, akibat perbuatan yang biadab, seketika itu pula setan yang terlaknat berkata : ha ha ha..inilah manusia yang terjebak, inilah manusia yang tersesat dan inilah kebanyakan dikehidupan fenomena masyarakat…Na’udzubillah min dzalik…Ada sebuah syair yang berbunyi :
النَّفْسُ كَالطِفْلِ إِنْ تُهْمِلْهُ شَبَّ عَلَى      #      حُبِّ الرَّضَاعِ وَ إِنْ تَفْطِمْهُ يَنْفَطِمْ
Artinya : “hawa nafsu pada diri kita itu bagaikan bayi yang masih menyusu, yang apa bila dibiarkan dia akan selalu menyusu walaupun sampai dewasa, dan apa bila dihentikan maka ia akan berhenti” [5].
Jadi, hawa nafsu haruslah dilawan dan dihentikan agar tidak terus menerus terulangi, karena kalau sudah terbiasa dan sudah besar nafsunya sungguh sangat sulit untuk dihentikannya. Maka lawanlah dan perangilah hawa nafsu itu.“Wanita tidak harus menjadi bulan yang dapat ditatap oleh semua lelaki. Tetapi, perlu menjadi matahari yang silau, yang dapat menundukkan kaum Adam sebelum memandang”. Karena “Wanita cantik tau bagaimana membuat Pria memandanginya, sedangkan Wanita bijak tau bagaimana membuat Pria menghargainya”.
Dalam mencari pasangan gunakanlah tuntunan ilmu dan agama, karena dengan ilmu hidup menjadi mudah, dan dengan agama hidup kita pun menjadi terarah. Dakilah gunung karena ilmu, dan turunilah jurang karena cita – cita, tapi jangan sampai menyeberangi lautan karena cinta, cinta manusia memang tidak selamanya indah, dan kasih sayang manusia pun tidak selamanya tulus, oleh karena itu, cintailah dan kasihilah segala sesuatu hanya karena Allah. Maka sedikitnya cinta yang diiringi dengan akal dan agama lebih baik dari pada cinta yang tidak diiringi dengan akal dan agama, karena tanpa akal dan agama cuman hanya bisa menghasilkan perkara yang berbahaya baik terhadap dirinya ataupun orang lain.


[1] Jilbab ialah sejenis baju kurung yang lapang yang dapat menutup kepala, muka dan dada
[2] Tafsir al – qur’anil – adzhim, jilid 5,hal 625
[3] Tafsir al –qur’anil – adzhim, jilid 5,hal 197
[4] Shohih : Hadist riwayat muslim, shohih muslim,jilid 7, hal 393, kitab adab
[5] Mu’jam hikmatul arab,hal:82,/ diwanul insya, hal 166, burdah imam busyiri

No comments:

Post a Comment